PEKANBARU — Menjelang peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Riau menggelar aksi gotong royong massal yang melibatkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membersihkan kawasan Stadion Utama Riau. Kegiatan tersebut menjadi perhatian publik sekaligus mendapat apresiasi dari Yayasan Kiandra Setia Bangsa yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu aset strategis kebanggaan masyarakat Riau. Bagi Yayasan Kiandra Setia Bangsa, kegiatan gotong royong ini bukan sekadar upaya mempercantik kawasan stadion menjelang perayaan hari jadi daerah, melainkan harus menjadi titik awal lahirnya komitmen baru dalam membangun tata kelola aset publik yang profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketua Umum Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., menyampaikan bahwa Stadion Utama Riau bukan hanya sebuah bangunan olahraga, tetapi merupakan simbol keberhasilan pembangunan daerah yang memiliki nilai sejarah, sosial, ekonomi, dan kebanggaan masyarakat sejak digunakan sebagai venue utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012. “Semangat gotong royong yang ditunjukkan para ASN patut diapresiasi. Namun, menjaga kebersihan stadion selama satu hari tentu belum cukup. Tantangan yang sesungguhnya adalah bagaimana stadion ini tetap terawat, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sepanjang tahun,” ujar Mulyono Widiarta Menurutnya, aset publik yang dibangun menggunakan anggaran negara harus dikelola secara bertanggung jawab agar nilai manfaatnya tidak terus menurun akibat kurangnya pemeliharaan dan minimnya aktivitas. Stadion Utama Riau Harus Kembali Menjadi Pusat Aktivitas Masyarakat Sebagai salah satu infrastruktur olahraga terbesar di Pulau Sumatra, Stadion Utama Riau memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan olahraga, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga ruang publik yang inklusif. Apabila dikelola secara profesional, kawasan stadion dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala lokal, nasional, maupun internasional. Kehadiran kegiatan tersebut tidak hanya menghidupkan kawasan stadion, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, dan industri kreatif di Provinsi Riau. Langkah Strategis untuk Mengembalikan Marwah Stadion Utama Riau yayasan Kiandra Setia Bangsa memberikan tiga rekomendasi strategis sebagai bentuk kontribusi pemikiran terhadap upaya revitalisasi pengelolaan Stadion Utama Riau. Membangun Sistem Pemeliharaan yang Berkelanjutan Perawatan stadion tidak boleh dilakukan hanya ketika akan digunakan atau menjelang peringatan hari besar. Pemerintah daerah perlu menyusun sistem pemeliharaan berkala berbasis standar operasional yang jelas, didukung tenaga profesional, anggaran yang memadai, serta pengawasan yang konsisten agar kualitas fasilitas tetap terjaga. Mengoptimalkan Fungsi Stadion sebagai Ruang Publik Produktif Stadion harus kembali difungsikan sebagai pusat aktivitas masyarakat melalui penyelenggaraan kompetisi olahraga, festival budaya, pameran UMKM, kegiatan kepemudaan, pendidikan lingkungan, hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Pemanfaatan yang beragam akan meningkatkan intensitas penggunaan kawasan sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap aset daerah tersebut. Mewujudkan Pengelolaan yang Efisien dan Bernilai Ekonomi Pengelolaan aset publik perlu diarahkan pada prinsip keberlanjutan. Melalui pemanfaatan yang optimal, Stadion Utama Riau berpotensi menghasilkan pendapatan dari penyewaan fasilitas, penyelenggaraan event, kerja sama pemanfaatan ruang, maupun kegiatan ekonomi lainnya yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pendapatan tersebut dapat digunakan kembali untuk membiayai operasional dan pemeliharaan stadion sehingga ketergantungan terhadap APBD dapat dikurangi tanpa menghilangkan fungsi sosialnya sebagai fasilitas publik. Momentum Hari Jadi Riau Harus Menjadi Titik Evaluasi Bersama Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi terhadap kualitas pengelolaan pembangunan daerah. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang berhasil dibangun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga, merawat, dan mengoptimalkan aset tersebut agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, aset publik merupakan investasi daerah yang harus dikelola secara akuntabel, transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan Yayasan Kiandra Setia Bangsa mengajak Pemerintah Provinsi Riau, DPRD, dunia usaha, akademisi, komunitas olahraga, organisasi masyarakat sipil, media massa, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengembalikan marwah Stadion Utama Riau sebagai ikon kebanggaan daerah. Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci dalam menghadirkan pengelolaan aset publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan identitas Provinsi Riau sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan. Stadion Utama Riau adalah warisan pembangunan yang tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga harapan masa depan. Semangat gotong royong yang terlihat menjelang Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau patut diapresiasi, namun keberhasilan sesungguhnya akan tercermin ketika semangat tersebut diwujudkan dalam kebijakan yang konsisten, pengelolaan yang profesional, dan komitmen jangka panjang untuk menjaga aset daerah. Dengan demikian, Stadion Utama Riau tidak hanya kembali bersih dan indah dipandang, tetapi juga hidup sebagai pusat aktivitas masyarakat, penggerak ekonomi daerah, serta simbol kebanggaan Provinsi Riau bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Tim RedaksiMedia Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa Penulis : Tim Litbang Yayasan Kiandra Setia BangsaKategori : Publikasi Ilmiah dan Edukasi PublikKontak : Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa Post navigation Lanud Roesmin Nurjadin Hijaukan Kawasan Pangkalan, Yayasan Kiandra Setia Bangsa Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Kelestarian Lingkungan Memperkuat Pilar Ketahanan Pangan Daerah Melalui Gerakan Tanam Padi di Kabupaten Kampar